Leicester : Raja Comeback yang Belum Terkalahkan

 Leicester : Raja Comeback yang Belum Terkalahkan

Leicester City jadi hanya satu tim yang masih tetap bersih dari catatan kekalahan di Liga Inggris. Mereka juga menobatkan diri juga sebagai raja comeback di empat pertandingan paling akhir.

Catatan tanpa ada terkalahkan Leicester nampaknya bakal berhenti di angka lima pada kelanjutan Liga Inggris akhir minggu lantas. Waktu memerankan kompetisi di Britannia Stadium, Stoke-on-Trent, Sabtu (19/9/2015) malam WIB, The Foxes telah kebobolan pada menit 13. Bojan Krkic yang membobol gawang tim garapan Claudio Ranieri itu.

Leicester semakin terjepit sesudah Jonathan Walters membobol gawang yang dikawal Kasper Schmeichel delapan menit lalu.

Sesudah turun minum, Leicester pada akhirnya memberi tanggapan yang bagus. Gol Riyad Mahrez melalui titik putih lima menit sesudah kick-off babak ke-2 jadi titik awal kebangkitan Leicester.

Pelanggaran yang dikerjakan oleh Marko Arnautovic pada Daniel Drinkwater memantik semangat Leicester untuk dapat menguber defisit gol.

Leicester pada akhirnya selamat dari kekalahan sesudah Jamie Vardy sukses cetak gol pada menit 69. Dia lari melalui barisan pemain belakang Stoke untuk menguber umpan terobosan Mahrez, saat sebelum menceploskan bola ke gawang.

Kecepatan yang dipunyai Vardy itu tidaklah suatu surprise. Opta mencatat bahwa Vardy adalah salah satu pemain paling cepat di musim 2015/2016 yang dipunyai oleh Leicester. Dua pemain yang lain ada Marc Albrighton serta Jefferey Schlupp.

Disamping itu, Mahrez semakin menunjukkan diri dapat mengambil panggung berbarengan Leicester musim ini. Sampai Liga Inggris jalan enam pertandingan, dia telah cetak lima gol.

Pemain asal Aljazair itu dicatat Opta juga tampak sangatlah oke dalam sembilan kompetisi paling akhir di Liga Inggris. Mahrez mencatatkan tujuh gol serta dua assist. Tampilan oke Mahrez itu bikin dianya diberitakan menarik ketertarikan Arsenal serta Barcelona untuk selekasnya merekrut pemain berumur 24 th..

Leicester sendiri dicatat Opta dapat memperoleh sekurang-kurangnya satu poin waktu tertinggal lebih dahulu dalam empat pertandingan paling akhir.

Yang paling sensasional sudah pasti waktu membalik situasi dalam pertandingan melawan Aston Villa pada 13 September lantas. Sesudah tertinggal dua gol, mereka menang 3-2 karena gol yang diciptakan oleh Ritchie de Laet, Vardy, serta Nathan Dyer.

Keberhasilan Leicester kesempatan ini bisa disebut bermakna lebih khusus. Sebagian waktu sesudahnya, mereka menyandang predikat jadi hanya satu tim yang belum terkalahkan sampai Liga Inggris jalan enam pertandingan.

Sebagian waktu sesudah pertandingan Leicester melawan Stoke, dengan cara mengagetkan Manchester City kembali takluk di Etihad Stadium.

Sesudah kalah dari Juventus di Liga Champions, The Citizens dikalahkan oleh West Ham United dengan score akhir 1-2. Leicester juga masih tetap bertengger di posisi empat besar klassemen sesaat dengan raihan 12 angka. Mereka tertinggal tiga poin dari City yang ada di posisi pertama.