'Bencana Besar Jika Belanda Gagal ke Piala Eropa'

‘Bencana Besar Jika Belanda Gagal ke Piala Eropa’

'Bencana Besar Jika Belanda Gagal ke Piala Eropa'

Amsterdam – Timnas Belanda pernah mengalami bencana besar saat gagal lolos ke Piala Dunia 2002. Kini ‘Singa Oranye’ dihadapkan pada situasi serupa ketika harus menjaga kansnya tampil di Piala Eropa 2016.

Saat itu Belanda yang diasuh Louis van Gaal jadi unggulan di fase kualifikasi, berkat performa oke mereka di Piala Dunia 1998 (finis posisi keempat) dan Piala Eropa 2000 (semifinalis). Belanda tergabung di Grup 2 bersama Portugal, Republik Irlandia, Estonia, Siprus, dan Andorra.

Melihat lawan-lawannya jelas Portugal mungkin akan jadi tim yang paling menyulitkan. Tapi pada kenyataannya justru Belanda terseok-seok dan akhirnya gagal lolos setelah hanya finis peringkat ketiga dengan 20 poin, kalah empat poin dari Portugal serta Irlandia.

Kegagalan mengalahkan kedua tim di atas, dua kalah dan dua seri, dari empat pertemuan jadi alasan mengapa Belanda gagal lolos. Empat belas tahun berselang, mimpi buruk di tahun 2001 itu kemungkinan besar bakal terulang.

Sebab, Belanda kembali tampil buruk di sesi kualifikasi Piala Eropa 2016, yang menyebabkan pergantian pelatih dari tangan Guus Hiddink ke Danny Blind. Belanda kini duduk di posisi keempat klasemen dan sedang bersaing dengan Turki untuk merebut tiket lolos ke babak playoff, setelah Islandia serta Republik Ceko memastikan diri sebagai wakil Grup A.

Kelolosan Belanda di dua terakhirnya, yakni melawan Kazakhstan dan Ceko pun tergantung hasil di laga Turki lainnya. Dua kemenangan di sana tak akan berarti apapun jika di sisi lain Turki juga memenanginya dua laga tersisa.

Kini De Oranje pun hanya bisa berharap Turki gagal meraih kemenangan sementara mereka sukses meraih hasil sebaliknya.

“Kami punya pemain berkualitas untuk mengalahkan Islandia, Turki. Saya tidak ingin menyebutnya sebagai sebuah bencana, tapi saya melihatnya seperti itu,” ujar eks bek timnas Belanda, Frank De Boer, kepada Omnisport seperti dikutip Soccerway.

“Kami juga mengalami hal serupa tahun 1998. Kami loloe ke semifinal Piala Dunia, kami juga lolos ke semifinal Piala Eropa di Belanda. Kami kemudian sangat kecewa ketika tidak bisa ke final karena kalah adu penalti melawan Italia,” sambungnya.

“Lalu ada sebulan waktu libur dan Anda langsung memulai sesi kualifikasi. Dan tiba-tiba Anda tersadar bahwa Anda sudah tertinggal lima poin.”

“Kualifikasi Piala Dunia Korea dan Jepang juga mirip-mirip, pengalamannya sama. Kami bermain kandang melawan Irlandia serta Portugal, dan kami kehilangan lima poin, kami kalah dan imbang, dan kami tidak pernah bisa melewati mereka.”

“Mungkin kami tidak cukup fokus untuk tampil di turnamen itu. Tekanan akan kian tinggi jika Anda kehilangan poin dari laga melawan Islandia. Saya pikir itu adalah alasan utamanya,” pungkas De Boer yang jadi bagian skuat Belanda tahun 1998 hingga 2002 itu.