IOC Munculkan Gagasan FIFA Dipimpin Presiden Eksternal

IOC Munculkan Gagasan FIFA Dipimpin Presiden Eksternal

IOC Munculkan Gagasan FIFA Dipimpin Presiden Eksternal

FIFA saat ini sedang mengalami krisis kredibilitas karena skandal korupsi. Komite Olimpiade Internasional (IOC) mengusulkan FIFA dipimpin oleh orang dari luar organisasi.

Akibat skandal itu, Komite Etik FIFA menjatuhkan sanksi kepada beberapa pejabat terasnya. Sepp Blatter, Michel Platini, dan Jerome Valcke dihukum skors selama 90 hari. Sementara itu, kandidat presiden Chung Mong-joon disanksi enam tahun.

Blatter, Platini, dan Valcke, pun tak bisa terlibat dalam segala aktivitas sepakbola. Hukuman mereka bisa diperpanjang 45 hari lagi, jika dibutuhkan.

Desakan untuk segera melakukan kongres pun muncul untuk mengembalikan integritas FIFA. Tapi, presiden IOC, Thomas Bach, melihat bahwa federasi sepakbola sejagat itu butuh lebih sekadar dari kongres untuk bisa mengembalikan integritas.

Bach mengusulkan bahwa FIFA dipimpin oleh pihak dari luar organisasi, yang mempunyai integritas mumpuni.

“FIFA harus sadar sekarang bahwa ini merupakan lebih dari sekadar daftar calon. Ini juga merupakan masalah struktural dan tidak akan diselesaikan secara sederhana dengan pemilihan presiden baru,” kata Bach di Sports Mole.

“Mereka harus melakukan dua hal dengan segera –mereka mesti mempercepat dan memperdalam proses reformasi untuk memenuhi akuntabilitas, transparansi, dan semua prinsip tata organisasi yang baik, seperti yang tersirat pada program reformasi kami, Olimpic Agenda 2020.”

“Mereka juga harus terbuka pada calon presiden eksternal yang kredibel dengan integritas tinggi, untuk mencapai reformasi yang diperlukan dan membawa kembali stabilitas dan kredibilitas ke FIFA,” imbuhnya.

(cas/nds)