Tidak Hukum Mourinho, FA Dikritik Eva Carneiro

Tidak Hukum Mourinho, FA Dikritik Eva Carneiro

 Tidak Hukum Mourinho, FA Dikritik Eva Carneiro

London – Eks dokter Chelsea, Eva Carneiro, kecewa dengan keputusan FA yang tidak menjatuhkan hukuman kepada Jose Mourinho. Sebab, Eva merasa FA tidak meminta keterangannya terkait penyelidikan kasusnya dengan Mourinho.

FA sudah memutuskan bahwa Mourinho tidak terbukti berkata kasar kepada Eva pada laga pembuka Premier League antara Chelsea kontra Swansea City di Stamford Bridge Agustus lalu. Saat itu Eva dan salah satu fisioterapis tim nyelonong ke lapangan untuk merawat Eden Hazard yang cedera di mana itu membuat Mourinho kesal.

Insiden yang terjadi di injury time babak kedua itu lantas menjadi bahan perbincangan publik dan Mourinho lantas jadi sasaran kritik mengingat dia dinilai sudah berlaku semena-mena terhadap Eva.

Sayangnya, Mourinho tidak mendapat hukuman apapun dan inilah kemudian yang membuat Eva kesal. Sebab dia merasa FA sama sekali tidak menanyakan perihal kejadian tersebut kepada dirinya dalam proses investigasi, dan hanya berdasarkan video rekaman pertandingan.

Hal ini mengulang kejadian serupa pada Maret lalu pada laga West Ham United kontra Chelsea, di mana Eva juga menerima pelecehan seksual berupa kata-kata dari fans The Hammers.

“Saya terkejut bahwa FA melakukan investigasi insiden 8 Agustus hanya melalui media,” ujar Eva seperti dikutip Soccerway.

“Saya sama sekali tidak diminta FA untuk membuat komentar apapun. Saya berpikir apakah seperti ini yang namanya investigasi di negara, di mana bukti dari seseorang yang terlibat dalam sebuah insiden sama sekali tidak dipertimbangkan,” lanjutnya.

“Tidak melihat bukti sama sekali itu tentunya akan mempengaruhi hasil investigasi.

“Musim lalu saya juga punya pengalaman serupa di laga kontra West Ham FC, di mana saya menjadi objek pelecehan.”

“Terkait komplain di publik, FA kemudian melakukan jumpa pers di mana mereka mengatakan tidak ada sama sekali pelecahan seksual selama pertandingan. Pada saat itu saya sama sekali tidak dimintai keterangan meski pada faktanya celaan itu tidak bisa diterima, jelas-jelas mereka menghina saya secara seksual.”

“Insiden-insiden seperti ini dan juga kurangnya dukungan dari otoritas federasi membuat sepakbola terasa sulit untuk perempuan.”

“Saya senang dengan pernyataan Heather Rabbats dan terima kasih kepadanya, teman-teman, serta kolega yang selalu mendukung saya melewati masa-masa sulit ini,” tutupnya.