'Kalau Chelsea Kalah Lawan Kiev dan Stoke, Mourinho Akan Dipecat'

‘Kalau Chelsea Kalah Lawan Kiev dan Stoke, Mourinho Akan Dipecat’

'Kalau Chelsea Kalah Lawan Kiev dan Stoke, Mourinho Akan Dipecat'

London – Setelah dipermalukan Liverpool 1-3 di Stamford Bridge, Chelsea dikabarkan telah mengultimatum Jose Mourinho. Mourinho diyakini akan dipecat apabila Chelsea kalah di dua laga ke depan.

Kekalahan di tangah Liverpool itu adalah yang kedelapan di sepanjang musim ini, atau yang keenam di Premier League. Padahal pada 2014-15, The Blues cuma kalah empat kali; tiga di liga, satu di Piala FA, dan tersingkir dari Liga Champions tanpa kalah.

Kini Chelsea dipaksa akrab dengan papan tengah karena duduk di urutan ke-15 dengan perolehan 11 poin dari 11 pertandingan, tertinggal 14 poin dari Manchester City dan Arsenal di dua posisi teratas.

Seiring dengan performa jeblok Eden Hazard dkk, pekerjaan Mourinho menjadi pertaruhan. Situasi semakin sulit bagi manajer Portugal itu karena ia dikabarkan mulai kehilangan kendali di ruang ganti Chelsea di mana ada beberapa pemainnya yang diisukan menentang dia.

Mantan pemain Chelsea, Tony Cascarino, mengira Mourinho sedang menghadapi pekan terpenting dalam kariernya. Masa depannya ditentukan pada laga Liga Champions melawan Dynamo Kiev, Rabu (4/11) dan Stoke City (7/11).

“Adakah perbaikan untuk Chelsea? Dia menghadapi sebuah pekan di mana dia harus mendapatkan kemenangan melawan Kiev lalu melawan Stoke di kandangnya. Kalau dia kalah di kedua laga itu, dia tidak akan menjadi manajer Chelsea pada hari Senin besoknya,” ujar Cascarino kepada Sky Sports News.

“Bahkan hasil seri dan kekalahan, saya masih menilai dia bisa kehilangan pekerjaannya. Sekarang masuk dalam tahap di mana dia telah didukung Roman Abramovic (pemilik Chelsea) yang tidak pernah dilakukan, dia mendukung seorang manajer setelah periode yang sangat sulit dan belum pernah seperti ini sebelumnya.”

“Mourinho memang pantas mendapatkan dukungan itu, karena dia sudah berhasil dalam permainan ini. Selama ini dia adalah manajer yang luar biasa, tapi dalam beberapa hal saya pikir dia siap untuk istirahat dari sepakbola,” imbuh mantan pemain yang membela Chelsea pada 1992-1994 itu.