Lampard Tak Percaya Pemain Chelsea Menolak Menang untuk Mourinho

Lampard Tak Percaya Pemain Chelsea Menolak Menang untuk Mourinho

Lampard Tak Percaya Pemain Chelsea Menolak Menang untuk Mourinho

London – Situasi sulit yang dialami Chelsea memunculkan berbagai kisah, salah satunya sejumlah pemain ogah menang untuk Jose Mourinho. Tapi cerita ini diragukan oleh eks penggawa The Blues Frank Lampard.

Start buruk Chelsea musim ini makin menjadi-jadi ketika akhir pekan lalu mereka takluk 1-3 dari Liverpool di lanjutan Premier League. Itu adalah kekalahan kedelapan mereka dari 16 pertandingan kompetitif sejauh ini.

Lebih lanjut, itu juga merupakan kekalahan ketiga secara beruntun. Dalam delapan laga terakhirnya, anak asuh Jose Mourinho cuma satu kali menang dan menelan lima kekalahan.

Hasil-hasil buruk membenamkan Chelsea di urutan 15 klasemen Premier League. Baru mengoleksi 11 poin dari 11 laga, mereka sudah tertinggal 14 angka dari Manchester City dan Arsenal yang bertarung ketat di puncak klasemen. Di Piala Liga Inggris, mereka sudah dipastikan tak bisa mempertahankan gelar usai disingkirkan Stoke City di babak keempat.

Situasi sulit ini membuat atmosfer ruang ganti dikabarkan amat terpengaruh, apalagi dengan berbagai tekanan dari luar yang ada seperti hukuman-hukuman dari FA untuk Mourinho. Belakangan beredar kabar bahwa sejumlah pemain mulai kehilangan kepercayaan terhadap Mourinho, utamanya karena cara manajer asal Portugal itu menangani tim.

“Saya diberi tahu bahwa mereka sudah muak dengan cara dia menangani beberapa dari mereka. Mereka muak dengan kemarahan-kemarahan dia. Saya juga diberi tahu bahwa hubungan dia dengan Eden Hazard benar-benar di bawah tekanan besar,” ujar jurnalis BBC Garry Richardson, yang mengaku mendapatkan informasi tersebut dari koneksinya.

“Ini adalah sebuah kutipan yang sangat mengejutkan. Belum lama ini, seorang pemain Chelsea mengatakan, ‘Aku lebih pilih kalah daripada menang untuk dia (Mourinho)’. “Ucapan itu mungkin dikatakan saat situasi sedang panas-panasnya tapi bisa saja ucapan itu sudah masuk ke dalam pemikiran sejumlah pemainnya,” kata Richardson yang dikutip Eurosport.

Namun kabar ini ditanggapi skeptis oleh Lampard. Dia tak yakin ada ucapan sedemikian kritis keluar dari mulut pemain, namun di lain sisi mengakui kalau kabar semacam ini membuat situasi ruang gantik makin sulit.

“Tidak masuk akal kalau itu terjadi. Saya tidak percaya. Saya tidak yakin para pemain di level top bisa mogok menang. Tanggung jawab pertama yang kami punya sebagai pemain, ketika Anda masuk lapangan, kalau Anda mogok di tengah lapangan, satu-satunya yang terlihat bodoh ya Anda sendiri,” kata Lampard kepada Sky Sports.

“Mereka bermain untuk Chelsea, salah satu klub terbesar di sepakbola dunia, mereka harus mencoba menghasilkan sesuatu. Ini memang bukan momen bagus, ini bukan momen untuk menjentik dan tiba-tiba menjalani laga-laga bagus. Ini adalah momen bagi mereka untuk membanting tulang dan menang dengan susah payah, yang mana mereka harus lakukan.”

“Rumor-rumor dengan para pemain besar, saya tidak tahu. Masalahnya adalah ketika Anda menjalani masa sulit, cerita-cerita seperti ini menjadi lebih besar.”

“Saya tidak merasa kata-kata itu sudah diucapkan, tapi tidak bagus hal-hal itu keluar dari dalam klub. Dan itulah sebabnya kenapa hasil-hasil perlu berubah, untuk menghentikan itu semua. Kalau tidak, itu cuma bakal membuatnya makin runyam,” tandasnya seperti dilansir Soccerway.