Serangan di Paris Jadi Ancaman Keamanan Piala Eropa 2016

Serangan di Paris Jadi Ancaman Keamanan Piala Eropa 2016

Serangan di Paris Jadi Ancaman Keamanan Piala Eropa 2016

Prancis akan menggelar Piala Eropa pada 10 Juni sampai 10 Juli 2016. Laga pembuka dan final turnamen tersebut dijadwalkan digelar di Stade de France, stadion yang malam tadi jadi salah satu sasaran penyerangan.

Serangkaian serangan yang terjadi di Paris pada Jumat (13/11/2015) malam waktu setempat dipastikan membuat penyelenggaran Piala Eropa 2016 berada dalam kewaspadaan tinggi. Insiden yang menewaskan lebih dari 150 orang tersebut terjadi hanya sekitar tujuh bulan sebelum Euro 2016 resmi dibuka.

Makin mengkhawatirkan karena ini merupakan serangan kedua yang terjadi di Prancis, setelah yang pertama terjadi pada Januari lalu. Apalagi kini yang jadi sasaran langsung adalah Stade de France, yang malam tadi tengah menghelat pertandingan Prancis dengan Jerman.

Piala Eropa 2016 akan secara resmi dibuka pada 10 Juni, di mana seremoni pembukaan dan laga pertama akan digelar di Stade de France. Turnamen akan ditutup tepat satu bulan kemudian (10/7/2015), dengan Stade de France kembali jadi venuenya.

Menyusul serangan yang terjadi Januari lalu, Ketua Organising Comittee Euro 2016, Jacques Lambert, mengatakan kalau turnamen berada dalam ‘ancaman nyata’. Fakta bahwa ada serangan kedua yang memakan korban jiwa lebih dari 150 orang membuat pihak penyelenggara dan keamanan Prancis makin berada dalam kewaspadaan tinggi.

Bukan cuma Paris yang kini jadi ekstra waspada menyusul serangan yang terjadi malam tadi. Seluruh negara finalis dan suporter yang akan datang dari seluruh dunia bisa terpengaruh. Pesta sepakbola terbesar negara-negara Eropa yang dilangsungkan empat tahun sekali di musim panas bisa mungkin masih akan dibayangi kengerian-kengerian.

Serangan yang terjadi serentak di beberapa titik di Paris sudah dianggap sebagai salah satu yang terburuk di sepanjang sejarah Prancis. Sebagai catatan, Paris adalah kota di mana dua stadion tuan rumah Piala Eropa berada: Stade de France dan Parc des Princes. Kedua stadion itu hanya berjarak 17,8 km dan bisa ditempuh sekitar 35 menit menggunakan mobil.

Tantangan untuk penyelenggara Piala Eropa dan keamanan Prancis makin besar karena jumlah finalis Euro 2016 lebih banyak dari edisi-edisi sebelumnya. Jika sebelumnya cuma ada 16 negara yang masuk ke putaran final, maka untuk tahun depan jumlahnya meningkat menjadi 24. Itu artinya akan ada lebih banyak tamu yang datang, baik itu tim maupun fans.

“Uefa benar-benar terkejut dengan kejadian tragis yang terjadi di Paris malam tadi dan memberikan suport serta solidaeitas pada Prancis dan mereka yang jadi korban dalam kejadian itu,” demikian pernyataan resmi UEFA terkait penyerangan di Paris.

Prancis resmi terpilih sebagai tuan rumah Piala Eropa 2016 dalam voting yang dilakukan di tahun 2010 silam. Prancis menyingkirkan Turki dan Italia yang juga mengajukan diri menjadi tuan rumah. Piala Eropa 2016 akan menjadi yang ketiga digelar di Prancis, setelah yang pertama di 1960 dan dilanjutkan pada 1984. Putaran final Piala Eropa 2016 akan digelar di 11 stadion yang terdapan di 10 kota.