Lini Serang 'Si Merah' yang Masih Saja Tumpul

Lini Serang ‘Si Merah’ yang Masih Saja Tumpul

Lini Serang 'Si Merah' yang Masih Saja Tumpul

Liverpool – Penyakit Liverpool semenjak ditinggal Luis Suarez masih saja belum terobati. Lagi-lagi buruknya lini serang berdampak buruk pada hasil yang didapat ‘Si Merah’.

Di musim terakhir Suarez, sekitar 24 bulan lalu, Liverpool berhasil mencetak 101 gol dan hanya berjarak satu gol dari Manchester City yang tampil sebagai juara Premier League, serta tim paling produktif.

Namun, selepas kepergian Suarez, lini depan menjadi tumpul dan efeknya terlihat musim lalu ketika mereka finis urutan keenam dan hanya mencetak 52 gol.

Musim ini, masalah itu masih saja belum teratasi. Padahal mereka sudah melakukan pergantian manajer, dari Brendan Rodgers ke Juergen Klopp. Buktinya Liverpool baru bikin 25 gol dari 22 pekan berlalu, serta kebobolan 28 gol yang membuat selisih gol menjadi minus ketiga.

Ini adalah catatan terburuk di antara penghuni 10 besar dan lini depan pun kembali jadi sorotan. Terakhir adalah saat mereka menghadapi Manchester United di Anfield, Minggu (17/1) malam WIB tadi.

Bermain dominan sepanjang 90 menit, bikin 19 attempts namun hanya empat yang on goal dan akhirnya harus kalah 0-1. Gol kemenangan MU yang dibuat Wayne Rooney adalah satu-satunya upaya percobaan tepat sasaran ‘Setan Merah’

Lini depan yang dihuni Christian Benteke, Daniel Sturridge, Divock Origi, dan Danny Ings jadi sorotan tajam. Benteke, sebagai satu-satunya striker yang fit saat ini, belum mampu menjawab ekspektasi tinggi fans kepadanya.

Wajar jika Klopp merasa frustrasi dan meminta anak asuhnya untuk lebih dingin dalam memanfaatkan peluang di kotak penalti.

“Apa yang orang bisa lihat adalah bahwa kami tahu bagaimana cara mencapai gawang lawan,” ujar Klopp di Soccerway.

“Tapi untuk bisa mencetak gol di saja di mana itu adalah sesuatu yang menarik dan menentukan, kadang Anda butuh keberuntungan dan kadang Anda harus lebih tenang,” sambungnya.

“Seperti itulah, orang-orangbisa melihat bahwa ini adalah laga derby dan melibatkan banyak hal. Para pemain sudah mencoba segalanya tapi satu situasi menentukan hasil laga.”

“Kami tidak mampu memanfaatkan peluang kami dan mereka bisa. Titik,” tutupnya.