Inzaghi tentang Pelatih-Pelatih Penggantinya di Milan

Inzaghi tentang Pelatih-Pelatih Penggantinya di Milan

Inzaghi tentang Pelatih-Pelatih Penggantinya di Milan

Inzaghi tentang Pelatih-Pelatih Penggantinya di Milan

Milan – Filippo Inzaghi mengklaim para pengganti dirinya di kursi pelatih AC Milan tak bagus-bagus amat. Dia menyebut tak ada yang lebih oke ketimbang dirinya.

Inzaghi dicopot dari jabatannya sebagai pelatih Milan pada Juni 2015. Dia hanya setahun menduduki posisi itu. Mantan striker Milan dan Juventus tersebut dinilai tidak mampu mengangkat penampilan klub dengan menutup musim pada posisi kesepuluh.

Posisinya digantikan oleh Sinisa Mihajlovic. Mihajlovic malah tak semusim penu. Dia dicopot dari jabatannya pada enam pekan menjelang musim 2015/2016 berakhir. kursinya kemudian diisi oleh pelatih tim primavera Cristian Brocchi. Menghadapi musim baru, posisi itu dipercayakan kepada Vincenzo Montella sampai saat ini.

“Kami tahu apa yang terjadi di sana, tak ada yang lebih baik ketimbang saya pada tahun-tahun terakhir ini. Bahkan, setelah investasi 200 juta euro untuk skuat yang lebih baik ketimbang skuat saya,” kata Inzaghi seperti dikutip Football Italia.

Inzaghi memang kembali mendapatkan sorotan setelah berhasil mengantarkan tim besutannya, Venezia, promosi ke Serie B. Tempat di kompetisi kasta kedua liga Italia itu didapatkan Venezia setelah mengimbangi Fano 1-1 pada Sabtu (15/4/2017).

Baca Juga : Pochettino: Mimpi Saya adalah Juara, Bukan Finis di Atas Arsenal

Hasil imbang itu membuat Venezia mengoleksi 79 poin dan menguasai puncak klasemen sebagai syarat promosi. Parma yang mengikuti di urutan kedua dengan 66 poin dipastikan tak bisa mengejar dalam tiga laga sisa.

“Saya sangat gembira. Saya hidup untuk itu (sebagai pelatih). Karier sebagai pelatih lebih sulit ketimbang sebagai pemain tapi kenikmatan atas suksesnya juga lebih besar. Kemenangan terakhir menjadi memori yang indah,” ujar Inzaghi.

“Saya menikmati berada di lapangan, bekerja dan membangun relasi dengan para pemain. Tak perlu membawa-bawa masa lalu. Saya menjalani masa-masa sulit di Milan tapi tak pernah kehilangan kekuatan dan kepercayaan di sana,” tutur pria 43 tahun itu.