Wenger: Arsenal Butuh 'Bantuan' untuk Finis Empat Besar

Wenger: Arsenal Butuh ‘Bantuan’ untuk Finis Empat Besar

Wenger: Arsenal Butuh ‘Bantuan’ untuk Finis Empat Besar

Wenger: Arsenal Butuh 'Bantuan' untuk Finis Empat Besar

London – Secara matematika, Arsenal masih berpeluang finis empat besar di Premier League. Tapi Arsene Wenger mengakui butuh sentuhan nasib baik untuk berhasil.

Kemenangan 2-0 atas Manchester United di Emirates Stadium, Minggu (7/5/2017) malam WIB menjaga kans Arsenal finis empat besar. The Gunners saat ini masih tertahan di peringkat enam dengan nilai 63 dari 34 laga.

Anak-anak London utara berjarak enam angka dari Manchester City di posisi empat yang sudah bermain 35 kali. Bahkan kans untuk memepet Liverpool, yang kini ada di tempat ketiga, juga amat terbuka.

Liverpool punya nilai 70 dengan sudah bermain 36 kali. Selisih tujuh angka masih bisa ditipiskan dengan dua laga ekstra di genggaman Arsenal.

Meski demikian, hal itu tak menutup fakta bahwa Arsenal perlu Liverpool dan City untuk setidaknya terpeleset di sisa musim.

“Kami masih punya kans secara matematis. Kami memang perlu sedikit bantuan, tapi bantuan terbaik yang bisa kami dapatkan adalah dari fokus kami sendiri dan memenangi laga-laga kami,” kata Wenger dikutip Sky Sports.

“Kami harus melihat ke diri kami dulu seperti yang saya katakan sebelum pertandingan,” imbuhnya.

Laga melawan MU sendiri berjalan cukup ketat. MU sempat mendapatkan kans-kans bagus, salah satunya lewat kesalahan pertahanan Arsenal, tapi gagal mencetak gol.

Sebaliknya, Arsenal bisa mencuri gol pembuka lewat sepakan Granit Xhaka yang membentur Ander Herrera. Lalu Danny Welbeck menggandakannya memanfaatkan kelengahan pertahanan MU di situasi umpan silang.

“Saya rasa ini adalah kemenangan yang dibangun dari kesabaran. Anda bisa melihat di babak pertama kami sedikit gugup dan agak lambat di babak kedua,” sambung Wenger.

“Kami punya periode bagus di pertandingan dan memaksimalkannya dengan dua gol di dua menit dan itu adalah penentu kemenangan hari ini,” tandas pria Prancis ini.