Punya Kemampuan seperti Robben, Juve Dinilai Beruntung Dapatkan Kulusevski

Punya Kemampuan seperti Robben, Juve Dinilai Beruntung Dapatkan Kulusevski

Punya Kemampuan seperti Robben, Juve Dinilai Beruntung Dapatkan Kulusevski

 kumpulan agen sepak bola terlaris dan terpercaya – Pelatih timnas (Tim nasional) Swedia, Janne Andersson, memberi komentar masalah kesuksesan Juventus mengambil salah satunya anak asuhnya, yaitu Dejan Kulusevski. Andersson memandang Juve benar-benar mujur dapat memperoleh Kulusevski, karena punyai potensi seperti Arjen Robben.

Seperti diketahui, Juve memang sukses memperoleh layanan Kulusevski di jendela transfer musim dingin 2020. Manajemen Bianconeri –julukan Juve– sukses memperoleh layanan Kulusevski dari Atalanta dengan mahar sebesar 35 juta euro atau kira-kira Rp600 miliar.

Walau demikian, Kulusevski baru betul-betul masuk bersama-sama tim Juve pada musim panas 2020. Pasalnya sekarang, winger berumur 19 tahun itu harus habiskan waktu peminjamannya bersama-sama Parma.

Andersson juga lalu memberi respon masalah kesuksesan Juve mengambil Kulusevski. Anderson yakin jika Juve tidak akan menyesal datangkan Kulusevski, sebab sang pemain mempunyai potensi yang benar-benar menjanjikan.

“Dejan baru saja bersama-sama kami (Tim nasional Swedia), tetapi ia telah memperlihatkan kekuatan hebatnya. Menimbang kecepatan, kontrol bola serta penuntasan pada akhirnya, saya lihat ada keserupaan dengan Robben. Ia kerja keras serta cepat sekali saat lari, ” sebut Andersson, seperti disalin dari La Gazzetta dello Sport, Rabu (15/4/2020).

“Bila ia terus semacam ini, ia akan masuk dalam tim Swedia di hari esok. Seorang pelatih tetap menghargai pemain yang dapat mainkan banyak peranan serta ini akan menarik untuk lihat evolusi strategialnya. Untuk saat ini, saya pikir ia ialah winger yang prima, ” sambungnya.

“Kulusevski hidup untuk sepakbola serta kerja keras karena itu. Ia masih terbilang muda, tetapi saya mengharap ia siap untuk Juventus. Untuk pelaith timnas, Anda tetap inginkan pemain Anda di team top serta saya pikir ia dapat bertumbuh di skema yang berada di Juve saat ini.”

“Sepakbola Italia ialah tempat prima untuk belajar sepakbola dalam semua memiliki bentuk. Di Swedia, kita belajar tentang strategi di umur yang cukup muda serta memberi fondasi fundamen. Ini akan menarik untuk lihat perubahan strategialnya, ” tutup pelatih berumur 57 tahun itu.