Momen Cristiano Ronaldo Dipermalukan Pemain Belakang AC Milan

Momen Cristiano Ronaldo Dipermalukan Pemain Belakang AC Milan

Momen Cristiano Ronaldo Dipermalukan Pemain Belakang AC Milan

Momen Cristiano Ronaldo Dipermalukan Pemain Belakang AC Milan

kumpulan agen sepak bola terlaris dan terpercaya – tidak mengenal Cristiano Ronaldo? Sejak turun di level karieronal pada 2002, beberapa pemain belakang terkenal sukses dikalahkan pemain sepak bola berpaspor Portugal itu. Bukti sahih kedahsyatan Ronaldo ialah kesuksesannya jadi top scorer di Liga Inggris, Spanyol sampai Liga Champions!

Tetapi, ada peristiwa dimana Ronaldo dibikin tidak berkapasitas waktu bertemu bek-bek papan atas. Peristiwa itu berlangsung saat Ronaldo yang masih tetap bela Manchester United, 2x bertemu dengan AC Milan di

Pada leg I set 16 besar yang diadakan di Old Trafford, Man United kalah 0-1 sesudah Milan cetak gol tunggal lewat Hernan Crespo di menit 78. Hal tersebut bermakna, Man United perlu menang dengan score 2-0 waktu giliran berkunjung ke tempat Milan pada leg II set 16 besar, untuk maju ke perempatfinal.
Ronaldo juga jadi sandaran pelatih Man United saat itu, Sir Alex Ferguson, untuk mengacak-acak pertahanan Milan. Dalam skema 4-4-2, Ronaldo diletakkan untuk pemain sayap kanan. Tetapi, pada praktiknya pria yang sekarang mempunyai empat anak itu sering berganti posis dengan Ryan Giggs yang awalannya bekerja untuk pemain sayap kiri.

Mentas untuk pemain sayap kiri membuat Ronaldo hadapi dengan kapten Brasil waktu memenangkan Piala Dunia 2002, Marcos Cafu. Cafu waktu itu bekerja untuk fullback kanan serta betul-betul tampil mengagumkan.

Dalam satu peluang, Ronaldo yang tengah membawa bola, bisa dengan gampang dikalahkan Cafu! Bukan hanya Cafu, tiga bek Milan yang lain yaitu Paolo Maldini, Alessandro Nesta serta Jaap Stam buat Ronaldo kesusahan.

Secara singkat, Man United kalah 0-1 dari Milan, kembali lagi lewat gol yang dibuat Hernan Crespo di menit 61. Akhirnya, Man United maju ke perempatfinal Liga Champions 2004-2005 dengan agregat 2-0. Tetapi, Milan tidak berhasil jadi juara sesudah di partai pucuk kalah beradu penalti dari club Inggris yang lain, Liverpool, dengan score 2-3.